| UKM KITA MISKIN DATA DAN MASIH GAPTEK |
|
|
| Written by Administrator | |
| Monday, 17 November 2008 | |
|
Kepekaan bisnis tidak terbatas pada aspek tertentu saja melainkan hampir semua aspek dalam aktivitas bisnis. Dalam menghasilkan produk, UKM kita sebenarnya tidak kalah bagus dengan produk yang sama dari sebagian negara lain, hanya mungkin dari sisi sentuhan finishing, dan packging sering kali kurang mendapat perhatian, sehingga product value ukm kita diapresiasi setengah harga. Makanya banyak eksportir dalam maupun dari luar negeri lebih suka mengeksport barang-barang setengah jadi atau sudah sembilan puluh persen jadi dari Indonesia karena setelah diproses dengan sentuhan teknologi, dikemas dipajang ditempat yang bagus dan ditempeli merk dagang tertentu harga dan valuenya bisa naik 2 bahkan 4 kali lipat. Dari aspek pemasaran UKM kita juga masih lemah, sehingga tidak jarang produk-produk potensial yang sebenarnya bisa dilempar kepasaran ternyata menjadi stock yang tidak memiliki nilai ekonomis, penyebabnya seringkali UKM kita tidak memiliki data/informasi yang memadai baik informasi tentang penyediaan dari raw material,prosesing, product design, buyer potensial, promosi, sistem distribusi, stategi penetapan harga, segmen pasar sampai competitor capacity. Ketidakmampuan memperoleh data pihak UKM seringkali menjadi jebakan UKM yang menggiring kejurang kebangkrutan. Memasuki dunia global tanpa batas seperti sekarang UKM harus berorientasi dan mengasah kepekaan bisnisnya semakin tajam ,dan semakin cerdas menyikapinya, contohnya data raw material maupun bahan substitusi masih mungkin bisa dilacak dan dikumpulkan dari berbagai media baik media cetak, elektronik maupun media cyber (internet) begitu juga dengan penyampaian pesan kepada calon buyer bisa ditempuh dengan cara atratif dan interatif melalui media informasi website (internet) , disamping murah, cepat juga mampu menjangkau komunitas buyers sangat luas. Berbisnis tidak ubahnya melakukan spionase dalam peperangan, skalipun Bisnis dan spionase adalah dua hal yang berbeda, namun kekuatan dua kutub yang berbeda ini adalah ada pada kemampuan mengumpulkan data/informasi yang akurat memproses dan menyiapkan alternatif tindakan taktis dan strategis merebut kesempatan terdepan. Diakui bahwa masyarakat kita pada umumnya sering kurang suka dengan data, atau lebih tepat tidak mau repot dengan data, bahkan data apa saja sering dimanipulasi, tidak terkecuali UKM-UKM kita mulai yang ada di pinggir jalan sampai di plaza-2 tidak jarang memanipulasi data tentang specipikasi barang, kualitas barang jelek dikatakan bagus, barang dalam kondisi cacat dikatakan sempurna dan masih banyak lagi manipulasi-2 data, yang sebenarnya kontra produktif dan tidak sesuai dengan etika bisnis. Karena didalam bisnis sangat diperlukan trust. |
|
| Last Updated ( Monday, 17 November 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|











Dunia usaha selalu menuntut business sense (kepekaan bisnis), kemampuan berinovasi, bahkan berimprovisasi serta memiliki kelenturan untuk antisipasi perubahan-perubahan yang datangnya sulit diprediksi, tidak terkecuali usaha skala kecil, medium maupun besar. Kepekaan bisnis tidak terbatas pada aspek tertentu saja melainkan hampir semua aspek dalam aktivitas bisnis. 